Langsung ke konten utama

BISMILLAH 🙏 PT. CITRA SAMUDERA RAYA GO INTERNATIONAL 👍


Jakarta, JENIUSLINE.- Bismillah 🙏 Memasuki tahun 2020 PT. Citra Samudera Raya (CSR) telah Meluruskan Niat dan menguatkan Tekad untuk Go Internasional. Pasalnya, selama ini sektor pelayaran Indonesia seolah tidak memiliki taring di perairan internasional untuk kegiatan ekspor. Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) menyatakan 90% muatan ekspor dari RI dikuasi oleh angkutan laut asing.

Demikian disampaikan Direktur Safety Corporation and Risk Analysis PT CSR, Kyai Ageng Khalifahtullah Malikaz Zaman menjawab pertanyaan wartawan seputar tantangan dan peluang bisnis Industri Pelayaran pada 2020 di kantornya, Pejaten Office Park, Jakarta Selatan. “Insya Allah dalam waktu dekat, kita akan menghadap Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dalam upaya memberi solusi kepada pemerintah untuk menyelesaikan segala permasalahan yang melilit industri pelayaran nasional” imbuh Kyai Ageng.

Menurut Kyai Ageng, pemerintah harus serius dalam mendukung industri pelayaran nasional agar bisa Go International. Ditegaskannya, terutama dalam hal yang terkait regulasi, perlu membuka diri untuk menerima masukan dari pengusaha pelayaran agar dapat kita selesaikan bersama, yaitu peraturan-peraturan yang dinilai kurang kondusif, perlu diselesaikan dengan baik. Demikian juga kerja sama BUMN dan swasta, perlu didorong oleh pemerintah.

Seiring dengan itu, Kyai akan mengajak para pengusaha pelayaran untuk membentuk Aliansi Pelayaran Nusantara (APN), sebagai langkah strategis yang mengarah pada kolaborasi antar-shipping line. “Insya Allah, aliansi ini akan membuat perusahaan pelayaran nusantara go international dan mampu bersaing dengan pelayaran global lainnya. Kita ingin men-challenge kawan-kawan para pemilik kapal nasional, untuk bersatu, membentuk kolaborasi," ujar Kyai Ageng.



Sebagai langkah Awal Go International PT. CSR sudah mengadakan kerjasama dengan beberapa perusahaan Korea Selatan yang bergerak dalam Industri Maritim dan Pelayaran. Pihak Pengusaha Korea telah menunjuk CSR sebagai perusahaan penyedia Crew untuk kapal-kapal mereka yang beroperasi di Lautan Korea Selatan. Seiring dengan itu, PT. CSR sedang Menjajaki kerjasama dengan PT. Servindo Garda Tama dan PT. Indo Marino guna memenuhi Kuota 700 orang Crew ke Korea Selatan: “Saat ini, PT. CSR sedang menyelesaikan pengurusan Sertifikat Ketenagakerjaan Maritim Sementara disebut Sertifikat Maritime Labour Convention (MLC) Sementara yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut dengan jangka waktu tertentu sesuai dengan Dekiarasi MLC yang menyatakan suatu kapal dalam proses pemenuhan ketentuan MLC 2006 dan amandemennya,” jelas Kyai Ageng.

Maritim Labour Convention (MLC) 2006 adalah konvensi yang diselenggarkan oleh International Labour Organization (ILO) pada tahun 2006 di Genewa, Swiss. MLC 2006 bertujuan untuk  memastikan hak-hak para pelaut di seluruh dunia dilindungi  dan memberikan standar pedoman bagi setiap negara dan pemilik kapal untuk menyediakan lingkungan kerja yang nyaman bagi pelaut. Ini dilakukan karena pelaut bekerja lintas negara sehingga perlu diatur suatu standar bekerja yang berlaku secara internasional. 

Indonesia telah meratifikasi Konvensi ILO mengenai Ketenagakerjaan Maritim tahun 2006 (MLC, 2006), yang bertujuan memperkuat perlindungan terhadap para pelaut dan awak kapal Indonesia, melalui persetujuan bulat dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia saat sidang pleno pada Kamis, 8 September 2016.

Bagi Indonesia, MLC memiliki pengaruh signifikan karena Indonesia merupakan negara pemasok pelaut terbesar kedua. Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk memiliki sistem pengawasan, pemantauan rutin yang efektif dan terkoordinasi serta langkah-langkah pengendalian kapal lainnya yang diadopsi oleh otoritas-otoritas berwenang. 

Kyai Ageng menjelaskan, MLC 2006 banyak mengadopsi sistem manajemen mutu ISO 9001, sehingga perusahaan yang sudah menerapkan ISO 9001 akan lebih mudah menerapkan MLC 2006. Bisa dikatakan, dokumen MLC 2006 adalah dokumen ISO 9001 ditambah dokumen MLC 2006 yang secara khusus membahas prosedur yang memastikan hak-hak pelaut terpenuhi.

Dikatakannya, sama dengan ISO 9001 dan standar manajemen yang lain, MLC 2006 juga menuntut dilakukannya kegiatan audit internal yang wajib dilakukan minimal setahun sekali.
Kegiatan terakhir yang harus dijalankan sebelum diaudit oleh badan sertifikasi MLC 2006 adalah pelaksanaan rapat tinjauan manajemen dimana pada rapat ini dibahas semua hal yang berkaitan dengan penerapan MLC 2006 untuk memastikan seluruh persyaratan MLC 2006 telah dijalankan.

Sertifikat MLC 2006 baru bisa diperoleh setelah dilakukan uji kelayakan oleh badan sertifikasi MLC 2006 dimana perusahaan nantinya akan diaudit sekali sebelum dinyatakan berhak memperoleh sertifikat MLC 2006. Insya Allah, PT. CSR dapat memastikan kelayakan perusahaan untuk memperoleh sertifikat MLC 2006,” pungkas Kyai Ageng. (az).



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PT. CITRA SAMUDERA RAYA : “TERBUKA PELUANG BESAR MENJADI PELAUT INTERNASIONAL”

Jakarta, JENIUSLINE.- Memasuki tahun 2020, Indonesia berpeluang merebut kebutuhan tenaga pelayaran internasional, khususnya kapal penumpang dan perikanan dalam jumlah yang cukup besar bilamana pemerintah memberikan dukungan dengan mendatangkan tenaga pendidik profesional di bidang tersebut.  Saat ini, pekerjaan di dalam negeri terbatas, penggajian juga tidak memadai. Sementara itu, kesempatan bekerja di kapal asing  terbuka lebar  dan penggajian pelaut di luar negeri jauh lebih baik. Karena itu, pemerintah perlu  memfasilitasi  serta memberi kemudahan kepada perusahaan pengerah tenaga kerja pelaut ( Recruitment Crewing Agency )  dan  mendukung   calon ABK yang ingin memperoleh kerja di luar.  Demikian disampaikan Direktur Umum dan Operasional PT. Citra Samudera Raya (CSR), Masrul Chaniago, S.Sos kepada wartawan seputar perlunya kerjasama Pemerintah dan Perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang ...

MENIKMATI KEDAMAIAN DI SURAU INYIAK CUBADAK DI KAKI BUKIT BARISAN 😇

Malam yang sunyi, berganti kedamaian di pagi yang dingin. Bukit-bukit di Nagari Kamang Mudik masih berselimutkan kabut tipis pagi itu saat matahari mulai menampakkan dirinya di sela-sela awan beriring. Melengkapi Panorama Alam Nan Permai. Segarnya Tetes Embun Pagi, Menghilangkan Rasa Gundah di Hati. Langit Cerah Berwana Biru. Berhias Awan Putih Berpadu. Indahnya Nagariku Yang Penuh Berkah. Langit biru yang cerah menaungi barisan gunung dan lembah-lembah, hamparan sawah dihiasi padi sedang menguning di Jorong Halalang, Nagari Kamang Mudik, Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kicau Burung Begitu Ramai. Seperti Riang Menyambut Padi yang tak lama lagi akan Dipanen. Pagi itu, sangat terasa Nikmatnya secangkir kopi cinta yang semuanya menggairahkan karena dihidangkan bersama sepiring singkong rebus penuh Kasih Sayang. Sambil menyeruput kehangatan kopi, resapi semilir angin sejuk diantara gemerisik daun-daun sedang menari. Ditingkah gemericik air jatuh dari Pi...

VIRUS CORONA DAN TANGGUNG JAWAB PARTAI POLITIK, DIPERTANYAKAN⁉️🤭

Cikarang, SKJENIUS.COM.-  Sistem Ekonomi yang berada dalam Cengkeraman Kapitalis dan bergelimang Riba , ternyata  sangat rentan  dihantam badai pandemi covid-19. Belum lagi, Utang Luar Negeri yang makin membengkak sampai Rp 6.376 Triliun membuat perekonomian Indonesia semakin sulit bergerak. Seiring dengan itu, Jebakan Utang  (debt trap)  Cina Sosialis pun, sangat gencar menancapkan kukunya di Bumi Nusantara. Sedangkan, Kebijakan Pemerintah nampaknya Belum berpihak kepada kaum Buruh dan Masyarakat Adat, kesemuanya itu, tentu saja semakin melemahkan posisi Umat dalam Politik dan Ekonomi.  Demikian terungkap dalam Diskusi Bertajuk  “Virus Politik di Balik Corona”  yang diselenggarakan Dewan Perancang Partai Nusantara Bersatu (PNB) di Pendopo Al-Hikmah, Cikarang, Jawa Barat.  “Karuan, Kesenjangan Sosial makin Melebar. Apalagi dampak hantaman Badai Pandemi Corona telah membuat Ekonomi Makin Merosot, PHK di mana-mana, pengangguran makin m...